Thursday, June 17, 2010

Keunikan dan Dialeg Bahasa Aceh

Ragam Daerah atau Ragam Dialeg
Ragam patokan daerah, lazim dikenal dengan dialeg/logat. Ragam ini digunakan sekelompak masyarakat dari suatu wilayah atau daerah tertetu. Misalnya dalam berbahasa Indonesia dikenal dialeg Medan, Jawa, Sunda, dan Aceh (Yamilah, 1994:10). Demikian juga dalam berbahasa Aceh dikenal beberapa dialeg sebagai berikut:

1. Dialeg Aceh Tamiang
Dialeg ini digunakan oleh masyarakat yang berdomisili di kawasan Aceh Tamiang. Khususnya bagi penduduk yang menggunakan bahasa Aceh, karena masyarakat Aceh Tamiang memiliki corak bahasa etnis tersendiri yang bernama bahasa Tamiang. Dialeg bahasa Aceh di wilayah Tamiang sangat dipengaruhi oleh bahasa Tamiang.

2. Dialeg Langsa
Dialeg ini biasanya dapat didengar pemakaiaannya di kawasan kota Langsa.

3. Dialeg Idi dan Perlak
Dialeg ini secara umum dapat ditemukan pemakainya dikawasan Aceh Timur.

4. Dialeg Pasai/Pasee
Dialeg ini terdapat di wilayah Aceh Utara. Sebelah timur digunakan oleh masyarakat yang berbatasan dengan Panton Labu sampai berbatasan dengan Lhokseumawe di sebelah barat.

5. Dialeg Lhokseumawe
Dialeg ini digunakan oleh masyarakat Lhokseumawe dan para pendatang yang berdomisili di kota lhokseumawe. Bahasa Aceh dialeg Lhokseumawe lebih halus dan lembut. Biasanya digunakan oleh pemakai bahasa Aceh yang berdomisili mulai kota Lhokseumawe sebelah timur sampai dengan berbatasan Krueng Geukuh sebelah barat.

6. Dialeg Peusangan
Dialeg ini secara umum digunakan oleh masyarakat Matang Geulumpang Dua dan masyarakat yang berdomisili di kabupaten Bireuen.

7. Dialeg Pidie
Dialeg ini dominan terdapat di kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

8. Dialeg Aceh Rayeuk
Dialeg ini umumnya digunakan oleh penduduk yang berdomisili di kawasan Aceh Besar dan Banda Aceh.

9. Dialeg Meulaboh
Dialeg ini terdapat di wilayah Aceh Barat dan Aceh Barat Daya (Abdaya).

10. Dialeg Aneuk Jamee
Dialeg ini lebih dominan digunakan oleh penduduk yang mendiami Aceh Selatan. Dialeg bahasa Aceh Aneuk Jamee sangat dipengaruhi oleh bahasa Jamee yang mirip dengan bahasa Padang Minangkabau.


Ragam Dialeg Bahasa Aceh

1. Dialeg Idi, Perlak (Aceh Timur), Aceh Rayeuk (Aceh Besar dan Banda Aceh), Meulaboh (Aceh Barat dan Abdaya), dan Aneuk Jamee (Aceh Selatan) dalam pelafalan dan pengucapan bunyi huruf (r) menggunakan (r) halus atau pepet. Sementara pengucapan bunyi huruf lainnya sama dengan dialeg bahasa Aceh daerah lain. Hanya terdapat perbedaan yang mencolok dari segi intonasi dan pola kalimat.
Namun, perlu diketahui bahwa ragam dialeg Aceh Rayeuk sangat tampak perbedaannya dengan dialeg bahasa Aceh daerah lain. Terutama sekali pada pengucapan bunyi (e), (o), (r), dan pengucapan konsonan ganda (ts), contoh: (selasa) diucapkan (tselatsa), dan (baro sa) diucapkan (baro tsa).
Sedangkan dialeg Idi, Perlak, Meulaboh, dan Aneuk Jamee lebih dominan terdapat perbedaan pada pengucapan huruf (r) dan pola kalimat, jika dibandingkan dengan dialeg daerah lainnya.

2. Dialeg pasai/Pasee terdengar lebih terasa dan sangat kental. Jika dalam dialeg Peusangan menggunakan kata (lon), maka dialeg Pasee adalah (long). Jika dalam dialeg Peusangan dan Pidie mengucapkan kata (peu), maka dialeg Pasee adalah (pue).

3. Dialeg Lhokseumawe lebih lembut dalam pengucapan bunyi-bunyi bahasa dibandingkan dengan dialeg lainnya.

4. Dialeg Langsa dan Aceh Tamiang hampir mirip.

Demikianlah beberapa ragam dialeg yang terdapat dalam bahasa Aceh yang penulis paparkan dalam tulisan ini. Berhubung sangat terbatasnya referensi. Untuk memahami lebih jelas mengenai perpedaan antar dialeg dalam bahasa Aceh kiranya perlu untuk dilakukan penelitian lanjutan tentang ragam dialeg dalam bahasa Aceh. (source: hamdanimulya.blogspot.com)
Post a Comment

Hermankhan Google+ Followers

Copyright © 2015 Herman Khan | Portal Manuskrip Aceh dan Malay | Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates
Scroll To Top