Tuesday, December 29, 2009

Dampak tarif telekomunikasi yang murah terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia


Oleh : Hermansyah


Telekomunikasi pada zaman ini adalah salah satu kebutuhan primer masyarakat, tak dapat di sangkal dan di pisahkan lagi bahwa kebutuhan masyarakat terhadap eksistensi informasi dan jaringan seluler setiap tahunnya terus meningkat. Kebutuhan tersebut tergambarkan oleh munculnya berbagai vendor network seluler dengan berbagai fasilitas dan konten sesuai perkembangan zaman dan urgensi kebutuhan masyarakat akan hal tersebut.

Sejak hadirnya XL sebagai operator seluler yang inovatif sejak awal oleh PT EXCELCOMINDO Pratama telah memberikan berbagai aspirasi terhadap operator seluler lain, paling tidak untuk memanage kembali pemberlakuan tariff dan konten yang diberikan kepada pelanggan. Pada waktu bersamaan XL telah memberikan kemudahan akses bagi masyarakat di seluruh pelosok nusantara, bahwa XL mampu memberi terobosan baru dengan berbagai inovasi yang ditawarkan kepada masyarakat (pelanggan).

Tidak mengherankan seiring dengan menjamurnya network operator seluler telah memberikan sedikit banyak kepada peningkatan kehidupan masyarakat, baik di bidang teknologi, informasi, politik, bisnis, perekonomian dan sebagainya. Sebagai pelanggan, mungkin berusaha semaksimal mungkin mengikat kantong untuk kebutuhan pemakaian seluler, mengingat media komunikasi bukan satu-satunya kebutuhan pokok masyarakat saat ini dengan pendapatan masyarakat Indonesia yang berbeda-beda.

Namun demikian, kerisauan tersebut bukan persoalan yang dihadapi lagi oleh masyarakat, urgensi tersebut bahkan semakin terlihat meningkat setiap tahunnya dengan berbagai realita persaingan dan fasilitas yang ditawarkan kepada pelanggan, sebut saja saat XL memperkenalkan bebas terima saat menjelajah (roaming) saat berada di luar daerah asalnya pada awal-awal tahun 2003. Kebijakan tersebut rupanya kemudian diikuti oleh provider lainnya yang sudah terkenal keberadaannya.

Ada lain lagi, bahwa XL pernah memakai sistem tarif regional bukan hanya berlaku bagi pelanggan ProXL prabayar setempat, tetapi bisa dimanfaatkan oleh pelanggan ProXL kawasan lain yang ada di kawasan itu. Tarif regional berlaku untuk panggilan lokal ke telepon tetap (fix-telepon rumah atau kantor), panggilan SLJJ, panggilan ke sesama ProXL, dan ke seluler operator lain.

Layanan ini diluncurkan dengan dasar bahwa operator seluler dengan sistem penagihan billing buatan AMdocs dari Siprus, harus memperlakukan pelanggan sesuai dengan bahwa Xl telah menilik kondisi setempat sehingga area "miskin" harus adil dan kesempatan yang sama dengan tarif untuk pelanggan area "kaya". Selama ini operator seluler tidak bisa "memainkan" tarif karena sistem billing mereka memakai IN (intelligent network) kaku dan menganut single rate plan, ternyata kekakuan itu bisa dicairkan oleh XL yang dapat lebih memihak ke pelanggan.

Menurut Frost & Sullivan yang mengadakan acara Indonesia Telecoms Awards sangat wajar XL menyabet pernghargaan Mobile Service of the Year pda tahun 2008 karna menunjukkan peningkatan pertumbuhan jumlah pendapatan 59% sedangkan pertumbuhan EBITDA adalah 68% per Juni 2008 dibandingkan dengan tahun lalu untuk periode yang sama. Sementara itu jumlah pelanggan meningkat menjadi 22,9 juta pelanggan per Juni 2008 dari sebelumnya 10,2 juta per Juni 2007.

Selain itu XL juga mendapat penghargaan Market Challenge of The Year pada tahun yang sama, penerapan strategi yang ditawarkan adalah tarif murah, pemakaian layanan XL pun meningkat sehingga Total Outgoing Minutes of Usage naik secara signifikan, yaitu lebih dari 10 kali lipat antara Juni 2007 (1,7 milyar menit) – Juni 2008 (19,3 milyar menit). Sebuah perusahaan yang bagus managemennya XL telah membuktikan ketepatannya dalam perencanaan dan eksekusi strategi bisnis dan tarif pada periode setahun terakhir sangat berperan pada pencapaian dalam berbagai sisi bisnis industri telekomunikasi Indonesia.

Harus diakui bahwa, kondisi industri telekomunikasi Indonesia cukup unik dan banyak tantangannya disebabkan diantaranya adalah kondisi geografi yang sangat luas dan beragam, pendapatan perkapita penduduk yang rendah, dan lebih dari 10 operator yang menawarkan layanan yang beragam dan inovasinya masing-masing. Dalam persaingan pasar yang cukup ketat tersebut, XL telah berhasil mempengaruhi pasar dengan strategi tarif terjangkaunya.

Terobosan-terobosan yang telah dilakukan oleh XL tentu sangat memberi dampak positif pada kualitas dan kuantitas pendapatan masyarakat di daerah atau perkotaan, baik terhadap perdagangan, perindustrian dan pengusaha. Tarif terjangkau sangat bermanfaat kepada masyarakat level dasar (bawah) pada kawasan-kawasan agribisnis seperti pertanian (petani), perkebunan, nelayan, ataupun pengusaha dan pejabat yang sudah wajib berkenalan dengan media komunikasi.

Dampak pertumbuhan perekonomian yang sangat penting telah merata di seluruh Indonesia dengan adanya media komunikasi yang murah dan terjangkau. Sebagai buktinya, tidak ada perbedaan signifikan perekonomian di wilayah timur dengan wilayah barat, persamaan pertumbuhan juga terlihat dengan kemudahan komunikasi antara kepulauan, baik Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, maupun Jawa sebagai pusat kebijakan Negara.

Ternyata apa yang dilakukan XL kemudian diikuti oleh pasar, bukan hanya dalam menurunkan tarif voice dan SMS, tetapi juga pada penerapan strategi inovatifnya. Dan sangat untuk itu sangat layak XL mendapat 22 penghargaan lebih dari berbagai kalangan di berbagai kategori. Tentunya, masyarakat sebagai pelanggan berharap putaran roda perekonomian berjalan dengan lancar seiring dengan komunikasi tarif murah dan terjangkau, harapan tersebut terus menyatu pada XL yang terus melebarkan sayapnya di Nusantara ini.
Post a Comment

Hermankhan Google+ Followers

Copyright © 2015 Herman Khan | Portal Manuskrip Aceh dan Malay | Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates
Scroll To Top