Wednesday, August 01, 2012

Mengenal Kembali Karya-karya Nuruddin al-Raniri


Kitab terkenal karangan Nūr al-Dīn al-Rānirī berjudul Bustān al-Salāṭīn fi Dhikr al-Awwalin wa al-Akhirin di bidang sejarah yang terdiri dari 7 bab. Di bidang fiqh berjudul Ṣirāt al-Mustaqīm, yang menjadi kitab panduan di wilayah Melayu-Nusantara. Kedua kitab tersebut di atas kemungkinan besar mulai ditulis sebelum ia hadir di Aceh tahun 1637 M, walaupun dalam Bustān al-Salāṭīn ia menyebut atas permintaan Sultan Iskandar Thānī (w.1640). 
Sedangkan di bidang Hadīth, karyanya berjudul Hidāyat al-Ḥabīb fī al-Targhīb wa-al-Tarhīb. Shaghir menyebutnya; al-Fawāid al-Bahīyah fī al-Aḥādīth al-Nabawīyah, menurutnya, Nūr al-Dīn al-Rānirī menulisnya saat ia masih di Pahang. Selain di bidang yang tersebut di atas, sebagian besar hasil karyanya di bidang ketauhidan dan tasawuf, khususnya pertentangan terhadap doktrin Wujūdīyah, di antaranya:

a.       Durr al-Farā’id bi-Sharḥ al-‘Aqā’id. Daudy menyebutnya Durrah al-Farā’id. Kitab ini merupakan saduran dari kitab Sharḥ al-‘Aqā’id al-Nasafīyah karya Sa’ad al-Dīn al-Taftāzānī terhadap Mukhtaṣar al-‘Aqā’id karya Imām Najm al-Dīn al-Nasafī, selesai ditulis tahun 1054 H (1635 M), yaitu saat ia masih di Pahang.
b.      Shifā’ al-Qulūb
c.       Durr al-Aqā’id li-Abṭāl Aqwāl al-Malāḥid (codex unicus koleksi Tarmizi A Hamid, Banda Aceh)
d.      Laṭā’if al-Asrār
e.       Ṣawārim al-Ṣiddīq li-Qaṭ’i al-Zindīq.
f.       Hidāyat al-Īmān bi-Faḍl al-Mannān
g.      ‘Alāqat Allāh bi-al-‘Ālam. Awalnya naskah ini tanpa judul, namun Daudy memberi judul tersebut.
h.      Ḥill al-Ẓill
i.        Ḥujjat al-Ṣiddīq li-Daf‘ al-Zindīq
j.        Nubdhah fī Da‘wá al-Ẓill ma‘a Ṣāḥibihi.
k.      Asrār al-Insān fī Ma’rifat al-Rūḥ wa-al-Raḥmān. Karyanya mulai dikarang pada masa Sultan Iskandar Thānī dan selesai diawal masa Sultanah Ṣafiyat al-Dīn.
l.        Tibyān fī Ma‘rifat al-Adyān (8 Rabi’ al-Ākhir 1051 H/17 Juli 1641 M, periode awal Sultanah)
m.    Fatḥ al-Mubīn ‘Alá al-Mulḥidīn (masa Sultanah)
n.      Akhbār al-Ākhirah fī Aḥwāl al-Qiyāmah (masa Sultanah) kitab ini membahas tentang kematian, alam kubur dan alam hari kiamat, tidak menyinggung sama sekali tentang Wujūdīyah.
o.      Mā’ al-Ḥayāh li-Ahl Mamāt (masa Sultanah)
p.      Jawāhir al-‘Ulūm fī Kashf al-Ma‘lūm. (1054 H/1644-45 M) Kitab ini belum selesai ditulis pada masa Sultanah Ṣafiyat al-Dīn, namun ia tiba-tiba meninggalkan Aceh. Daudy menyebutkan, muridnya yang melengkapi hingga selesai pada 28 Zulhijjah 1079 H (29 Mei 1669 M).
Sekembalinya ke India, ia tetap eksis menulis kitab, sedikitnya -yang sudah diketahui- tiga karangan dipersembahkan kepada “Negeri Di Bawah Angin”, di antaranya:
a.       Al-Lam‘ān fī Takfīr man Qāla bi-Khalq al-Qur’ān. Kitab tersebut jawaban terhadap pertanyaan dari Sultan Banten Abu al-Mafākhir ‘Abd al-Qādir al-‘Alī (w. 1640).
b.      Fatḥ al-Mubīn ‘Alá al-Mulḥidīn, kemungkinan awal ditulis pada masa Sultanah, namun diselesaikan di Aceh atau di India, karna dalam naskah ini, ia sudah menyebut lawan debatnya bernama Sayf al-Rijāl. Dalam naskah ini juga banyak disebut judul-judul kitab terdahulu karangannya.
c.       Raḥīq al-Muḥammadīyah fī Ṭarīq al-Ṣūfīyah. Menurut Shaghir, kitab ini adalah karangan terakhir Nūr al-Dīn al-Rānirī yang tidak selesai karena ia meninggal dunia pada 22 Dhulhijjah 1069 H (21 September 1658 M).
Perbedaan jumlah karangan Nūr al-Dīn al-Rānirī -sebagaimana telah disinggung sebelumnya- terjadi pada beberapa kitab kecil (Risālah), termasuk tidak tercantum nama pengarang dan tahunnya. Sebagaimana diungkapkan Daudy, kitab Bad’u Khalq al-Samāwāt wa-al-Arḍ dan Hikāyat dhū al-Qarnayn adalah bagian petikan dari bab pertama kitab Bustān al-Salāṭīn. Demikian juga judul kitab Kayfiyat al-Ṣalāh petikan dari kitab Ṣirāṭ al-Mustaqīm. Sedangkan Shaghir menjadikan kitab-kitab tersebut satu judul naskah yang terpisah.
Kitab Nūr al-Dīn al-Rānirī lainnya yang menjadi perdebatan para sarjana adalah:
a).    Fatḥ al-Wadūd fī Bayān Waḥdat al-Wujūd
b).    ‘Ayn al-Jawād (al-Wujūd) fī Bayān Waḥdat al-Wujūd
c).    Awḍaḥ al-Sabīl wa-al-Dalīl Laysa li-Abṭāl al-Mulāḥidīn Ta’wīl
d).   Awḍaḥ al-Sabīl Laysa li-Kalām al-Mulḥidīn Ta’wīl
e).    Shadhar al-Mazīd
f).     Ayna al-‘Ālam Qabl Khalqihi
g).    ‘Aqā’id al-Ṣūfīyah al-Muwāḥḥidīn
Kelima judul kitab dari urutan atas, Nūr al-Dīn al-Rānirī menyebutnya dalam kitab Fatḥ al-Mubīn ‘Alá al-Mulḥidīn. Akan tetapi belum ada sarjana mengkaji keabsahan kandungan isi karya ulama India tersebut. Sedangkan dua naskah terakhir tanpa judul, dan Daudy memberi judul keduanya, sedangkan Tudjimah memiliki judul yang berbeda. Perbedaan juga pada judul kitab ‘Umdat al-I‘tiqād dan Muḥimmat al-I‘tiqād. Menurut Tudjimah, ke dua kitab tersebut berbeda. Akan tetapi, Daudy meragukannya dengan menyertakan pendapat Voorhoeve, bahwa keduanya sama kandungan isi dan serupa, yaitu karya Nūr al-Dīn al-Rānirī.
 Shaghir menambahkan dua koleksi Nūr al-Dīn al-Rānirī. Pertama berjudul Tanbīh al-‘Awām fi Taḥqīq al-Kalām wa-al-Nawāfil, walaupun Shaghir tidak menjelaskan uraian isi naskah. Kedua, Risālah tanpa judul (Tanya Jawab Waḥdat al-Wujūd), ia menyertakan transkripsi naskah tersebut yang didapatkan di Kuala Terengganu. Sejauh perbandingan yang penulis lakukan, pada bagian tanya jawab tidak jauh berbeda dengan teks Ḥill al-Ẓill.

Source: Hermansyah, Tibyān fi Ma'rifat al-Adyān; Tipologi Aliran Sesat Menurut  Nūr al-Dīn al-Rānirī  (Jakarta: LSIP, 2012)
Post a Comment

Hermankhan Google+ Followers

Copyright © 2015 Herman Khan | Portal Manuskrip Aceh dan Malay | Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates
Scroll To Top