Tuesday, December 15, 2015

Staindamm, Satu Gedung Tiga Mesjid di Jerman


Sejauh ini, saya hanya menemukan di Staindamm, Hamburg (Jerman) yang memiliki satu gedung dalam satu (blok) memiliki tiga mesjid (Jerman: Moscheen), tiga jamaah Jum'at yang berbeda Imam dan khatib. Masyarakat sering menyebut Moschee (Mesjid) Arab, Mesjid Albania dan Mesjid Pakistan. Dinamakan demikian karena sang khatib berceramah dengan bahasa Arab, Albania, dan Pakistan.

Mesjid Arab berdampingan pintu dengan mesjid Albania, hanya saja, para jamaah di Mesjid Arab shalat di lantai dasar, sedangkan di mesjid Albania jamaahnya shalat di lantai satu. Sejajar dengan mesjid Pakistan yang terpisah beberapa blok pintu untuk shalat kaum hawa. 

Setiap Jum'at akan ada polisi yang menjaga di depan halaman mesjid, awalnya saya kira pengawasan seperti WH di Aceh yang mengawasi warung-warung kopi, ternyata mereka menertibkan mobil-mobil yang lalu lalang dari arah tersebut saat akan dimulai Jum'at dan saat selesai.

Shalat Jumat di ketiga mesjid tidak terkesan "saling lomba" satu dengan lainnya. Sejak dimulai dan hingga selesai proses shalat Jumat hampir berbarengan dan seiring. Di hari berbeda, saya "menggilir" shalat Jumat di ketiga mesjid ini, tidak ada proses yang berbeda, mimbar Jum'at terbuka ke depan, hanya ada sekitar 3-5 anak tangga, sang khatib yang akan naik ke mimbar harus dari arah jamaah, tidak ada tongkat dan semua rukun dua khutbah dengan bahasa Arab. Hingga selesainya pun bersamaan dengan mesjid lainnya. 

Saya terharu saat selesai shalat Jum'at, melihat para jamaah berbaur sapa bersama antara satu mesjid dengan mesjid lainnya, mereka saling tegur sapa, -mungkin karena satu bangsa, satu bahasa- atau setidaknya sudah saling kenal. Tidak ada klaim shalat Jumat diantara mereka paling afdhal dan diterima disisi Allah. Persaudaraan itu jelas terlihat saat usai Jum'at, setiap jamaah memilih Jumat yang dipercayai lebih baik dan mudah, tanpa mendiskriminasi pihak-pihak lainnya. Memang, bagi saya, wilayah staindamn adalah sentral umat Islam di Hamburg. Di sini, mesjid akan berjejer walaupun tidak ada tiang mesjid dan halaman yang luas, tidak ada azan yang terdengar keluar, tetapi persaudaraan cukup melekat sesama muslim. 
Post a Comment

Hermankhan Google+ Followers

Copyright © 2015 Herman Khan | Portal Manuskrip Aceh dan Malay | Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates
Scroll To Top