Saturday, December 05, 2015

Fungsi Bendera Aceh (1)


Bendera-bendera Aceh tersebut memiliki fungsi masing-masing dan digunakan pada saat-saat tertentu. Hal ini dapat dipahami bahwa komunikasi dan informasi tanda-tanda tersebut harus digunakan semaksimal mungkin dan sejelas-jelasnya untuk tidak terjadi salah paham. Maka bendera menjadi salah satu "simbol" untuk memudahkan dalam komunikasi dalam jangka jarak jauh.

Bendera Kesultanan Aceh (Gambar Sketsa Belanda)

Maka, jika melihat bendera-bendera tersebut, dapat dipahami setidaknya ada tiga situasi yang dialami Aceh saat itu. Bendera Aceh pada situasi aman, bendera Aceh pada kondisi genting atau perang, dan bendera perdagangan (Handel) Aceh yang digunakan di kapal-kapal Aceh.
Menurut dokumen, bendera ini digunakan secara kontinyu oleh Kerajaaan Aceh sebelum Belanda merebut keraton Aceh. Bendera Aceh mirip (duplikat) dari bendera Kerajaan Turki (Ottoman), selain warnanya merah juga memakai simbol bulan bintang. Bintang lima yang digunakan Turki tidak begitu kental dengan gambar disini. Tentu ini merupakan "sketsa" dari penggambar dari Belanda, atau sebaliknya bentuk bintang enam sebagaimana demikian untuk sedikit membedakan dari bendera Turki.

Bendera Perang Aceh (Gambar Sketsa Belanda)

Bendera di atas itu merupakan bendera Aceh yang dikibarkan saat perang (Atjeh Oorlog) oleh kerajaan Aceh. Bendera ini digunakan di kapal-kapal perang Aceh atau diperbukitan yang menghadap langsung ke laut yang dapat dilihat dari jarak jauh.

Bendera Perdagangan Aceh (Gambar Sketsa Belanda)

 Bendera di atas digunakan Aceh (kerajaan Aceh) untuk kapal-kapal perdagangan (Handel), atau dikibarkan di pelabuhan-pelabuhan persinggahan yang digunakan kapal-kapal luar berlabuh di Aceh. Bendera itu menjadi simbol kapal perdagangan, bukan kapal perang. Bendera tersebut juga menunjukkan pelabuhan-pelabuhan yang dapat disinggahi untuk perdagangan secara resmi, tentu dengan "pajak" yang telah ditentukan setiap kapal.

Baca lainnya:


Post a Comment

Hermankhan Google+ Followers

Copyright © 2015 Herman Khan | Portal Manuskrip Aceh dan Malay | Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates
Scroll To Top