Tuesday, September 11, 2018

Manuskrip Akhir Tahun Baru Islam dan Do'anya


Tahun Baru Islam diawali pada bulan Muharram merupakan bulaan yang penuh sejarah dan pelajaran bagi seluruh ummat Islam di dunia ini, dan manusia secara umum.

Tahun baru itu ditetapkan oleh para sahabat sebagai peringatan paling bersejarah dalam perjalanan agama terakhir di dunia ini, yaitu merujuk kepada peringatan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah ke Kota Madinah pada tahun 622 Masehi.

Hijrahnya Nabi Muhammad ke Kota Yatsrib (nama lama sebelum Madinah) membuka lembaran baru bagi kehidupan Rasulullah, para sahabat dan pengikutnya. Tahun itu juga ditandai tidak ada perbedaan antara kabilah-kabilah di dalam Islam, tidak ada "asoe lhok" pribumi dengan "ureung luwa" pendatang, antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin. Semua sama dalam Islam.

Maka, para sejarawan dan ulama memiliki beragam penafsiran terhadap peristiwa tersebut, bahkan ia tidak hadir dengan sendirinya, dan dipenuhi dengan berbagai harapan, asa dan doa yang luar biasa.

Maka, dianjurkan setiap akhir tahun untuk berdoa, sebagaimana disebutkan dalam naskah ini.


Inilah doa akhit tahun, yaitu hendaklah dibaca tiga kali pada akhirnya waktu Ashar hari Dua Puluh Sembilan atau Tiga Puluh dari pada bulan Zulhijjah. Maka barang siapa membaca doa ini daripada waktu yang telah tersebut.

Maka berkatalah setan "kesesuhanlah bagiku dan sia-sialah pekerjaanku menggoda anak Adam pada setahun ini".

Maka dibinasakan dengan satu saat jua dengan sebab membaca doa ini. Maka diampuni Allah sekalian dosanya yang setahun ini. inilah doanya:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ 
اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِى هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِى عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَىَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِى وَدَعَوْتَنِى اِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جَرْا ئَتِى عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّى اَسْتَغْفِرُكَ فَغْفِرْلِى وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِى عَلَيْهِ الثَّوَابَ
 فَاَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَ الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّى وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِى مِنْكَ يَاكَرِيْمُ
 وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ


Artinya:
Dengan menyebut nama Allhh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Dan Allah tetap melimpahkan Rahmat dan Salam kepada junjungan dan penghulu kita Muhammad beserta keluarga dan sahabat beliau.
Ya Allah. Apa yang saya lakukan pada tahun ini tentang sesuatu yang Engkau larang aku melakukannya, kemudian belum bertaubat, padahal Engkau tidak meridhai, tidak melupakannya, dan Engkau bersikap lembut kepadaku setelah Engkau berkuasa menyiksaku dan Engkau seru aku untuk bertaubat setelah aku melakukan kedurhakaan kepada-Mu.
Maka sungguh aku mohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku! Dan apapun yang telah aku lakukan dari sesuatu yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala kepadaku, maka aku mohon kepada-Mu ya Allah, Zat Yang Maha Pemurah, Zat Yang Maha tinggi lagi Maha Mulia, terimalah permohonanku dan janganlah Engkau putus harapanku dari-Mu wahai Zat Yang Maha Mulia.
Semoga Allah tetap melimpahkan Rahmat dan Salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabat sekalian.

Post a Comment

Hermankhan Google+ Followers

Copyright © 2015 Herman Khan | Portal Manuskrip Aceh dan Malay | Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates
Scroll To Top